RUANG TESTIMONI KONSUMEN

Bagi Semua Konsumen Air Sehat DiteZ GOLD yang ingin berbagi Testimoni serta Pengalaman dalam mengkonsumsi DiteZ Gold Water, silahkan kirim Curahan Menarik anda melalui Email “ditez_jogja@yahoo.co.uk” atau “g_mbot@yahoo.com”. Sertakan juga foto terlampir (apabila berkenan) anda bersama DiteZ Gold Water.

NB: Bukan mengharapkan iklan gratis dari anda (selaku konsumen), akan tetapi ini adalah sebuah bentuk keikhlasan dari anda untuk senantiasa berbagi dengan orang lain (yang belum mengenal Air DiteZ sesungguhnya) serta demi memberikan pengetahuan (kabar) kepada sahabat / calon konsumen DiteZ yang lain untuk mendapatkan FAKTA dari manfaat dalam mengkonsumsi Air Sehat DiteZ GOLD Water.

_________________________
From: “angelacyclops@yahoo.com” Add sender to Contacts
To: “FUAD DITEZ”

Assalamu’alaikum…

Friends .. Мau ikutan Berbagi cerita nich..
Awalnya tahu DiteZ dari Broadcast mas Fuad (DT Jogja), pas saya baca khasiatnya kok jadi pengen mencoba .. Akhirnya Mas Fuad kasih tahu saya Distributor di Surabaya … Setelah saya mencoba Minum (konsumsi) DiteZ Selama 1 Minggu betul-betul terasa skali manfaatnya … Hari pertama saya minum banyak keluar keringat dan agak terasa pusing … Air seni (BAK) saya juga keruh dan agak sering pipisnya (BAKy … Saya tanya Mas Andy (MD DiteZ) katanya memang itulah hasil reaksi kinerja DiteZ pada bagian menDetox tubuh, dia bilang terusin saja minumnya … Dan ternyata setelah 3 Hari .. WaoW .. DiteZ Memang OKE banget …

Terbangun dari tidur, Badan ku terasa fresh dan BAB lancar setiap pagi ..
Keistimewaannya lagi, disemprotkan di wajah bisa Cliiingg Lhoooh  … Pokoknya minum DiteZ gak Rugi deeh,,,!  Mulai sekarang DiteZ buat konsumsi saya dan se-keluarga … Мau ikutan Sehat.?  Coba deh buktikan khasiatnya … yuuk mareeee ….

Have SEXY Body & Sehat Bugar Kinyis-Kinyis..­.DiteZ Solusinya…Min­uman Antioksidan & Detox.!

DiteZ Gold | Powerex DiteZ Gold Water

_________________________
menunggu antrian testimoni berikutnya

UJI AIR DiteZ (heksagonal)

Uji air heksagonal atau tidak adalah dengan menggunakan kecap asin.
Kita telah Sediakan 2 gelas kaca, 2 mangkok kaca, dan kecap asin.

Gelas yang kita letak kan di dalam mangkok dengan berisi kecap asin 4 sendok ke dalam masing-masing gelasnya, lalu kita isi mangkok tersebut dengan Air, 1 mangkok kita isi dengan Air Sehat DiteZ Gold dan 1 mangkok lagi kita isi dengan Air Mineral biasa. Setelah dibiarkan selama minimal 30 menit, kecap asin yang ditempatkan pada Air Sehat DiteZ Gold (heksagonal) akan berkurang rasa asinnya. Sementara, pada Air Mineral biasa rasa asinnya tetap (tidak bisa berubah kadar rasa asinnya).

Perbedaan ini disebabkan karena Air Sehat DiteZ Gold (heksagonal) berbentuk kelompok molekul kecil sehingga lebih mudah menembus dinding gelas kaca (melalui proses osmosis) dan bercampur dengan kecap asin yang ada di dalamnya dan karena dengan adanya kandungan elektromagnetik (Bio Energi) pada Air tersebut.

Selamat Membuktikan

UJI AIR DiteZ (antioksidan)

Untuk tester pada Air AntiOksidan (DiteZ) ini tidaklah rumit, cukup mudah.
Siapkan 2 botol Air Sehat AntiOksidan (DiteZ) yang masih tersegel, dan 2 batang rokok (segala merk).

Baringkan kedua botol Air Sehat Antioksidan (DiteZ) secara berdampingan, saling bersentuhan. Lalu letakkan 1 batang rokok di atas botol pada sisi tengah (antara kedua belah botol). Letakkan lagi 1 batang rokok jauh dari kedua botol (±20-30 cm). Diamkan sampai ±10-20 menit. Setelah itu coba anda rasakan kedua 2 batang rokok tersebut.

Hasilnya adalah ketika anda menghisap rokok pada batang rokok yang diletakkan tepat diatas botol tersebut, anda akan kehilangan kenikmatan rokok (jika anda perokok) yang disebabkan karena racun (nikotin) pada rokok berangsur hilang (DETOK). Dan untuk batang rokok yang anda letakkan jauh dari botol tetap akan terasa nikmat seperti saat ketika anda mengambil dari bungkus rokok tersebut. Dinding botol (kemasan) yang tipis itu mampu ditembus oleh kadar AntiOksidan pada Air Sehat DiteZ Gold dengan adanya aliran magnetik (Bio Energi) yang terdapat pada Air Sehat DiteZ Gold.

Selamat Membuktikan

BIO ENERGI

Sercara Singkat,

Bio Energi adalah energi yang didapat dari alam semesta yang dapat diserap oleh manusia untuk kemudian disebarkan lagi untuk berbagai macam kebutuhan. Energi ini berasal dari matahari, air, tanah/bumi, dan api. Energi itu tidak positif ataupun negatif, tidak juga baik ataupun buruk. Energi adalah energi. Dan pada dasarnya Air membangkitkan daya Listrik dan Magnet di dalam sel tubuh manusia yang memberikan antibody ke tubuh.

AIR HEKSAGONAL

Air Hexagonal

Air heksagonal, seperti halnya air biasa, tersusun atas H2O Yang membedakan air ini dengan air biasa atau air beroksigen adalah formasi kelompok molekul H2O. Air merupakan rangkaian/kumpulan molekul H2O. Rangkaian tersebut terbentuk karena ada sejumlah gaya yang bekerja sehingga memungkinkan molekul H2O membentuk formasi yang khas.

Pada air biasa (juga pada air beroksigen) lima molekul H2O berkelompok membentuk formasi pentagonal (segi lima). Selanjutnya kelompok-kelompok tersebut membentuk rangkaian berupa air seperti yang kita jumpai sehari-hari. Pada air heksagonal, enam molekul H2O berkelompok membentuk formasi heksagonal (segi enam). Fenomena ini terjadi karena air dipengaruhi oleh magnet dan radiasi elektrik tertentu (gelombang panjang infra merah).

Terkait dengan perbedaan struktur tersebut, air dikelompokkan menjadi dua jenis. Pertama, Bounding water. Yaitu air dengan formasi rangkaian molekul H2O yang cenderung membentuk kelompok besar dan tidak stabil. Air ini biasanya membentuk formasi pentagonal, antara lain air botolan (H2O) 36-46, air keran (H2O) 50-60, air tanah (H2O) 70-80, serta air tercemar dan air rebusan (H2O) 200-300. Kedua, Clustered water. Yaitu air dengan formasi rangkaian molekul H2O yang cenderung membentuk kelompok kecil dan stabil, misalnya air heksagonal (H2O)6.

Secara alami, air heksagonal terdapat di alam. Namun keberadaannya semakin langka karena pencemaran di muka bumi yang semakin parah. Tetapi dengan kemajuan teknologi, kita mampu membuat air heksagonal. Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk membuat air ini antara lain;
1) Air harus bersih dengan oksigen terlarut lebih dari jumlah maksimum,
2) Jumlah mineral esensial harus cukup, terutama Ca2+ sebagai agen pembuat formasi heksagonal yang terlarut dalam air,
3) Memiliki pH sekitar 7,1-7,4, dan 4) suhu air normal mendekati dingin.
Selanjutnya air tersebut diionisasi dengan menggunakan energi fisik dan elektromagnetik serta dikombinasikan dengan tembakan gelombang sinar infra merah.

Satu contoh praktis untuk menguji air heksagonal atau tidak adalah dengan menggunakan kecap asin. Sediakan 2 gelas kaca dan masukkan 4 sendok makan kecap asin ke masing-masing gelas. Gelas pertama rendam pada mangkok yang berisi air biasa. Gelas kedua rendam pada mangkok berisi air heksagonal. Setelah dibiarkan selama 30 menit, kecap asin yang ditempatkan pada air heksagonal berkurang rasa asinnya. Sementara, pada air biasa rasa asinnya tetap. Perbedaan ini disebabkan karena air heksagonal berbentuk kelompok kecil sehingga lebih mudah menembus dinding gelas kaca (melalui proses osmosis) dan bercampur dengan kecap asin yang ada di dalamnya.

Manfaat Air Heksagonal

Air heksagonal memiliki perbedaan dengan air biasa. Perbedaan ini berpengaruh terhadap perjalanan reaksi biokimia di dalam tubuh. Sifat air heksagonal yang membentuk kelompok kecil (H2O)6 dan stabil sangat menguntungkan kesehatan tubuh manusia. Ia lebih mudah masuk ke dalam sel, mengaktifkan proses metabolisme sel, dan menghasilkan lebih banyak energi. Selanjutnya, ia juga lebih efektif melarutkan dan membuang zat sisa metabolisme yang bersifat racun bagi tubuh.

Cairan tubuh manusia terdiri atas tiga golongan. Air heksagonal menempati porsi terbesar yaitu 62 persen. Air pentagonal 24 persen, dan sisanya 14 persen berbentuk tetrahedral yang terkait satu sama lainnya membentuk rantai. Oleh karena itu tubuh kita sangat membutuhkan air heksagonal. Penurunan volume air heksagonal dalam cairan sel tubuh hingga 50-60 persen akan menyebabkan kematian.

Bahan pengawet dan pewarna makanan, antibiotik, logam berat pada ikan tercemar, residu pestisida pada buah dan sayuran, radiasi, alkohol, stres serta depresi dapat merusak air heksagonal dan meningkatkan volume air pentagonal di dalam cairan sel tubuh. Bahkan, faktor-faktor tersebut bisa secara langsung memicu terbentuknya sel kanker. Apabila sel kanker ini mati, pengaruhnya bagi tubuh tidak berbahaya. Tetapi jika sel tersebut tetap hidup, ia akan memengaruhi sel lainnya sehingga kanker makin meluas.

Keberadaan air heksagonal sangat positif bagi kesehatan tubuh. Ia dapat meningkatkan kualitas cairan sel tubuh, memberikan lebih banyak energi pada sel, membantu melindungi inti sel dari zat sisa metabolisme, meningkatkan kemampuan sel menetralisir dan membuang toksin, meningkatkan kandungan oksigen dan daya serap terhadap zat gizi, serta meningkatkan kemampuan sel untuk memperbaiki diri.

Air beroksigen memiliki karakteristik hampir sama dengan air biasa, hanya kandungan oksigen terlarutnya lebih banyak. Sementara air heksagonal, selain mengandung oksigen lebih banyak, juga formasi struktur molekulnya segi enam. (heksagonal)

Kemampuan air mengikat oksigen sangat terbatas sehingga oksigen terlarutnya dapat lepas kembali. Begitupun dengan air heksagonal, ia dapat rusak oleh suhu, sinar matahari, atau sebab lainnya. Oleh karena itu sebaiknya jangan terlalu lama menyimpan keduanya.

Meskipun air beroksigen dan air heksagonal memiliki kelebihan dibandingkan dengan air biasa, keduanya bukan obat yang dapat menyembuhkan penyakit. Air hanya mendukung terciptanya kesehatan yang lebih optimal sehingga tubuh mampu melindungi diri dari ancaman penyakit.

[Mahani SP MSi, Ahli Gizi pada Pusat Konsultasi Gizi “Sehati” Bogor]

DETOX

Detox atau detoksifikasi merupakan suatu proses pembersihan tubuh dari segala macam kotoran dan racun-racun (sumber penyakit) yang secara tidak sengaja atau tanpa kita sadarai telah masuk dan mengendap di dalam tubuh kita dalam jangka waktu yang lama (hampir semua penyakit awalnya datang dari racun hippocrates).

Mengeluarkan toksin (racun) baik yang masuk dari luar tubuh maupun yang diproduksi secara spontan di dalam tubuh dari semua organ seperti :

– Jantung dan sistem kerja jantung,
– Darah dan mekanisme perkembangannya,
– Pembuluh darah dan sistem peredaran darah,
– Hati dan sistem pembersihan hati dan transportasi lipid (lemak)
– Lambung, usus dan sistem saluran pencernaan,
– Ginjal dan sistem saluran pengeluaran kemih/kencing
– Paru-paru dan sistem pernafasan
– Limpa dan sistem limpatik,
– Pankreas dan sistem regulasi gula di dalam tubuh
– Syaraf dan sistem kerja saraf otonom
semua bertujuan untuk menghasilkan kesehatan yang optimal sehingga bisa meningkatkan daya tahan tubuh.

ANTIOKSIDAN

Antioksidan

Model pengisian ruang antioksidan glutation. Bola kuning merupakan atom sulfur yang memberikan aktivitas antioksidan, manakala bola merah, biru, putih, dan kelabu mewakili atom oksigen, nitrogen, hidrogen, dan karbon secara berturut-turut.
Antioksidan merupakan zat yang mampu memperlambat atau mencegah proses oksidasi.

Zat ini secara nyata mampu memperlambat atau menghambat oksidasi zat yang mudah teroksidasi meskipun dalam konsentrasi rendah. Antioksidan juga sesuai didefinisikan sebagai senyawa-senyawa yang melindungi sel dari efek berbahaya radikal bebas oksigen reaktif jika berkaitan dengan penyakit, radikal bebas ini dapat berasal dari metabolisme tubuh maupun faktor eksternal lainnya. Radikal bebas adalah spesies yang tidak stabil karena memiliki elektron yang tidak berpasangan dan mencari pasangan elektron dalam makromolekul biologi. Protein lipida dan DNA dari sel manusia yang sehat merupakan sumber pasangan elektron yang baik. Kondisi oksidasi dapat menyebabkan kerusakan protein dan DNA, kanker, penuaan, dan penyakit lainnya. Komponen kimia yang berperan sebagai antioksidan adalah senyawa golongan fenolik dan polifenolik. Senyawa-senyawa golongan tersebut banyak terdapat di alam, terutama pada tumbuh-tumbuhan, dan memiliki kemampuan untuk menangkap radikal bebas. Antioksidan yang banyak ditemukan pada bahan pangan, antara lain vitamin E, vitamin C, dan karotenoid.

Antioksidan diharapkan aman dalam penggunaan atau tidak toksik, efektif pada konsentrasi rendah (0,01-0,02%), tersedia dengan harga cukup terjangkau, dan tahan terhadap proses pengolahan produk. Antioksidan penting dalam melawan radikal bebas, tetapi dalam kapasitas berlebih menyebabkan kerusakan sel.

Berdasarkan asalnya, antioksidan terdiri atas antioksigen yang berasal dari dalam tubuh (endogen) dan dari luar tubuh (eksogen). Adakalanya sistem antioksidan endogen tidak cukup mampu mengatasi stres oksidatif yang berlebihan. Stres oksidatif merupakan keadaan saat mekanisme antioksidan tidak cukup untuk memecah spesi oksigen reaktif. Oleh karena itu, diperlukan antioksidan dari luar (eksogen) untuk mengatasinya.